Buffon, Kiper Andalan Italia ini Berbicara Tentang Karirnya Menjadi Kiper

Buffon, Kiper Andalan Italia ini Berbicara Tentang Karirnya Menjadi Kiper

ArenaSbobet – Gianluigi Buffon, Kiper miliki Juventus ini tengah genap berusia 40 tahun pada hari Minggu (28/1) kemarin. Tetapi saat ditanya oleh awak media terkait masa depannya, ia mengaku tak ingin terburu – buru. Kiper yang akrab disebut Buffon masih ingin bermain dan mengukir sejarah bersama Juventus dan Timnas Italia.

Menjadi Kiper Terinspirasi dari Kiper Asal Kamerun

Siapa yang tahu bahwa dulunya ia adalah seorang gelandang. Tetapi sejak Piala Dunia tahun 1990 lalu, ia memutuskan untuk merubah posisinya menjadi seorang kiper. Ia menceritakan bahwa ada seseorang yang menjadi inspirasinya menjadi seorang kiper hingga saat ini. Dia adalah Thomas N’Kono. Thomas N’Kono sendiri adalah seorang kiper legendaris asal Kamerun.

Selama lima tahun ia beroposisi menjadi gelandang dan merasa kurang pas di hati. Setelah melihat penampilan apik sang inspirator lalu ia menginginkan menjadi seorang kiper juga. Buffon debut di Serie A pada usia 17 melalui didikan akademi Parma pada tahun 1995. Karena penampilannya yang gemilang, banyak sekali klub yang menginginkannya hingga akhirnya ia memilih Juventus.

Menginjak Usia 40 Tahun Tetapi Masih Belum Memutuskan Pensiun

Hingga usia 17 tahun, Buffon banyak sekali mencatatkan sejarah hingga saat ini. Berbagai gelar ia peroleh yaitu 1 gelar Serie B, 3 Coppa Italia dan 5 Supercopa Italiana. Meski di usia yang menginjak kaki 4, ia belum memutuskan untuk pensiun. Padahal banyak sekali yang menyarankan ia untuk menggantikan posisi kiper Timnas kepada penerusnya seperti Gianluigi Donnarumma.

Ingin Mengulang Dua Laga Pertandingan

Gianluigi Buffon menceritakan bahwa ia sebenarnya ingin sekali mengulang beberapa pertandingan dan memenangkannya. Ia menceritakan ingin sekali mengulang pertandingan saat melawan Real Madrid di Final Liga Champions musim lalu dan Final Euro di tahun 2012 saat melawan Spanyol.

Sudah diketahui bahwa di pertandingan tersebut tim yang diperkuat Buffon mengalami kekalahan. Saat itu Juventus kalah telak dari Real Madrid dengan skor 4-1, sedangkan saat melawan Spanyol ia dikalahkan dengan skor 4-0. Kalau bisa diulang ia ingin menampilkan ulang permainan terbaik dari Juve dan Itali pada saat itu.